SKK Migas Targetkan Investasi Migas Rp198 Triliun Tahun Depan
- SKK Migas menargetkan investasi minyak dan gas (migas) bisa mencapai US$13,9 miliar setara Rp198,07 triliun tahun depan,naik 15,8 persen dari tahun ini.

Daniel Deha
Author


Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengeklaim berhasil melakukan efisiensi biaya di lapangan sebesar US$500 juta hingga US$600 juta pada kuartal-I tahun 2021. / Ilustrasi. Sumber: esdm.go.id
(Istimewa)JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan investasi minyak dan gas (migas) bisa mencapai US$13,9 miliar setara Rp198,07 triliun tahun depan.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa target tersebut naik sekitar 15,8% dari target tahun ini yang mencapai US$12 miliar setara Rp171 triliun.
Untuk mencapai target tersebut, SKK Migas akan meningkatkan target aktivitas pengeboran sumur menjadi 800 sumur tahun depan. Jumlah ini naik 33,3% dari target tahun ini sebanyak 600 sumur.
Dwi mengatakan, setidaknya dalam sebulan SKK Migas harus mampu mengebor 70-80 sumur sehingga bisa mencapai target tersebut.
Untuk itu, pihaknya meminta seluruh proses pengadaan barang, pembebasan lahan, dan lingkungan untuk kegiatan pengeboran dapat diselesaikan pada akhir tahun ini.
- BNI Tawarkan Efek Modal Rp8,5 Triliun ke Investor Asing
- Cara Mudah Menghapus Watermark TikTok
- Kian Mendunia, OVO Panen Penghargaan
"Kalau bisa mengebor di Januari sesuai target maka dampak produksi setahunnya juga akan baik," katanya dalam sebuah keterangan pekan lalu.
Dia menambahkan, SKK Migas menargetkan produksi minyak nasional mencapai 1,73 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) dari proyeksi akhir tahun ini 1,66 juta BPOEPD.
Untuk tahun ini, Dwi menyebut bahwa pihaknya tetap optimis bisa menyelesaikan target 600 sumur dengan nilai investasi US$12 miliar setara Rp171 triliun.
Optimisme itu didorong oleh permintaan pengeboran sumur yang makin banyak di sisa tahun ini. Meski pencapaian pada semester pertama 2021 cukup rendah, namun pihaknya tetap mematok realisasi investasi awal.
"Kalau tahun lalu (pengeboran) 240 sumur dan itu investasinya US$10 miliar. Tahun ini kami harapkan (pengeboran) naik dua kali lipat menjadi 550-600 sumur. Mestinya, untuk mencapai investasi lebih besar di posisi US$12 miliar seperti target, bisa," ujarnya.
Dia menerangkan bahwa pencapaian investasi yang rendah awal tahun ini disebabkan tertundanya banyak aktivitas pengeboran di sejumlah titik.
Selain itu, SKK Migas juga hanya memperkerjakan 50% pekerja untuk melakukan aktivitas pengeboran akibat terhambat pandemi COVID-19.
Namun memasuki semester kedua tahun ini, permintaan pengeboran sumur naik dari 20 sumur per bulan menjadi 40 sumur.
"September ini rencananya akan dibor 55 sumur, dan bulan depan sekitar 70 sumur," katanya.*

Amirudin Zuhri
Editor
