Industri

Pemerintah Bakal Rilis Kredit Online Khusus UMKM hingga Rp25 Juta

  • Melalui program digital lending ini, pelaku UMKM bisa memperoleh pinjaman sebesar Rp20 juta-Rp25 juta. Dana segar itu bisa cair dalam waktu 15-20 menit tanpa perlu melakukan tatap muka.

Sukirno

Sukirno

Author

<p>Pekerja membuat makanan tradisional cireng di sentra UMKM pembuatan Cireng Crispy di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (10/4/2021). Foto : Panji Asmoro/TrenAsia</p>

Pekerja membuat makanan tradisional cireng di sentra UMKM pembuatan Cireng Crispy di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (10/4/2021). Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA – Pemerintah akan meluncurkan program kredit modal kerja berbasis digital (digital lending) untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pada Juli 2021.

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Odo RM Manuhutu mengatakan kredit online itu akan bekerja sama dengan himpunan bank milik negara (Himbara).

“Rencananya Juli ini akan di-launching untuk produk digital credit untuk UMKM. Kita kerja sama dengan Himbara untuk program digital lending ini,” kata Odo dalam jumpa pers virtual, dilansir Antara, Kamis, 3 Juni 2021.

Melalui program digital lending ini, pelaku UMKM bisa memperoleh pinjaman sebesar Rp20 juta-Rp25 juta. Dana segar itu bisa cair dalam waktu 15-20 menit tanpa perlu melakukan tatap muka.

“Tujuan digital lending ini untuk mempercepat, memberikan modal bagi perusahaan-perusahaan mikro yang tersebar. Jadi emak-emak, inang-inang, umi-umi, ketika berjualan di pasar dan membutuhkan modal, dia daftar kemudian dalam 15-20 menit bisa memperoleh kredit,” terangnya.

Odo menuturkan total dana yang disiapkan Himbara untuk program tersebut mencapai Rp4,2 triliun. Ada pun saat ini, dari alokasi tersebut telah terserap sekitar Rp3 triliun.

“Himbara akan meningkatkannya tiga kali lipat,” katanya.

Pemerintah terus mendorong UMKM bisa naik kelas dan mengadopsi digitalisasi untuk bisa terus bertahan dan turut menopang perekonomian nasional melalui #Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

Akses modal kerja pun menjadi salah satu hal yang dinilai akan sangat mendorong produk-produk UMKM lokal untuk bisa bersaing dan mampu masuk pasar global. (SKO)