Produksi Dunia Dipangkas 7,2 Juta Barel per Hari, Minyak Mentah Indonesia Terkerek
- JAKARTA – Produksi minyak dunia di pasar internasional akan dipotong sebesar 7,2 juta barel per hari hingga Maret 2021. Kebijakan ini menyusul setelah...

Aprilia Ciptaning
Author
JAKARTA – Produksi minyak dunia di pasar internasional akan dipotong sebesar 7,2 juta barel per hari hingga Maret 2021. Kebijakan ini menyusul setelah Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi atau Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)+ menyepakati keputusan bersama.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Infromasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan, faktor ini juga yang menjadi penyebab kenaikan harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Januari 2021 menuju ke level US$53,1 per barel.
- Pemerintah Tuntaskan 51 Peraturan Pelaksanaan UU Ciptaker
- Proyek Merakes Dijadwalkan On Stream April 2021
- DP Kendaraan 0% Bisa Dorong Kredit Tumbuh 0,5%
Penetapan ICP ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 22.K/MG.03/MEM.M/2021 tentang Penetapan harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Januari 2021.
“Kenaikan ini meningkat US$5,39 per barel dibandingkan akhir 2020, yaitu US$47,78 per barel. Jadi, pergerakan harga ICP sangat kuat dipengaruhi oleh ketersediaan minyak dunia,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikutip TrenAsia.com, Senin, 8 Februari 2021.
Sementara itu, perkembangan minyak mentah dunia saat ini, yakni Dated Brent naik sebesar US$4,98 per barel menjadi US$54,84 per barel dan WTI (Nymex) naik US$5,03 per barel menjadi USD52,10 per barel.
Selanjutnya ada Basket OPEC yang mengalami kenaikan sebesar US$5,21 per barel menjadi US$54,38 per barel, serta Brent (ICE) menjadi US$55,32 per barel dari sebelumnya US$50,22 per barel.
Agung melanjutkan, kesepakatan OPEC dalam memangkas produksi ini sejalan dengan komitmen Arab Saudi untuk menambah pemotongan produksi secara sukarela sebesar 1 juta barel untuk Februari dan Maret 2021. Hal ini menjadi bagian komitmen dari OPEC+ Supply Agreement sehingga rata-rata pemotongan produksi naik 85% lebih tinggi dari Desember 2020 sebesar 75%.
Di sisi lain, permintaan minyak mentah global mengalami kenaikan pada Januari 2021 di tengah penurunan stok minyak mentah AS sebesar 16,8 juta barel. Besaran permintaan pun diprediksi terus naik hingga 5,9 juta barel per hari menjadi 95,9 juta barel pada tahun ini.
Di kawasan Asia Pasifik, lanjutnya, kenaikan harga minyak mentah juga disebabkan oleh pengurangan term supplies Arab Saudi ke Asia. Pasalnya, seiring dengan adanya keputusan tambahan pemotongan produksi secara sukarela, marjin kilang terutama untuk naphtha dan fuel oil mengalami peningkatan di kawasan Asia.
Sentimen selanjutnya juga dipengaruhi oleh permintaan minyak direct-burning oleh pembangkit listrik Jepang yang mengalami peningkatan. Menurut Agung, cuaca dingin dan kurangnya pasokan LNG, serta naiknya permintaan minyak mentah di China dan Korea Selatan ikut mempengaruhi hal ini.
