Generasi Milenial Dominasi Pembelian Sukuk Tabungan ST004
- Pemerintah berhasil menerbitkan surat utang syariah ritel atau sukuk tabungan ST004 senilai Rp2,63 triliun. Pada penerbitan kali ini, generasi milenial...

emylmaulana
Author
TrenAsia (TA) - Pemerintah berhasil menerbitkan surat utang syariah ritel atau sukuk tabungan ST004 senilai Rp2,63 triliun. Pada penerbitan kali ini, generasi milenial mendominasi pembelian dengan jumlah investor sebanyak 6.494 investor (51,8%) naik dibandingkan ST003 (51,7%) dan ST001 (37,7%).
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko menetapkan hasil penjualan Sukuk Negara Tabungan (Sukuk Tabungan) seri ST004. Total volume pemesanan pembelian ST004 yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp2,63 triliun dengan jumlah investor sebanyak 12.528 orang.
Hasil penjualan ST004 tersebut menunjukkan bahwa Sukuk Tabungan masih menjadi salah satu primadona investasi syariah, terutama bagi generasi milenial. Di samping itu, meskipun kebutuhan konsumsi di bulan Ramadhan semakin meningkat namun tidak mengurangi minat masyarakat untuk berinvestasi di instrumen SBN Ritel online ini. Terlebih, Sukuk Tabungan menawarkan beragam keuntungan serta kemudahan berinvestasi sesuai prinsip syariah.
Hasil penjualan ST004 melebihi target indikatif yang telah ditetapkan pemerintah yakni oversubscribe sekitar 1,3 kali.
ST004 berhasil menjangkau 12.528 investor di seluruh provinsi di Indonesia, dengan jumlah investor baru sebanyak 6.266 investor.
Rata-rata volume pemesanan per investor ST004 mencapai sebesar Rp210 juta. Ini merupakan tingkat keritelan yang terbaik sepanjang penerbitan SBN Ritel online. Generasi milenial mendominasi jumlah investor ST004 yaitu sebanyak 6.494 investor (51,8%), mengalami peningkatan dibandingkan ST003 (51,7%) dan ST001 (37,7%).
Adapun dari sisi volume pemesanan, generasi Baby Boomers adalah yang terbesar yaitu mencapai 42,4% dari total volume pemesanan. Generasi Z (di bawah 19 tahun) yang berinvestasi pada ST004 juga semakin meningkat, yaitu menjadi 32 investor dengan jumlah pemesanan sebesar Rp5,75 miliar. Meningkat cukup signifikan dibandingkan pada ST003 yang sebanyak 12 investor (3,64 miliar).
Wilayah Indonesia Bagian Barat (selain DKI Jakarta) mendominasi pemesanan ST004 baik dari sisi jumlah investor (60,2%) maupun volume pemesanan (47,5%). Sedangkan pegawai swasta mendominasi pemesanan ST004 dari sisi jumlah investor, yaitu sebanyak 4.682 investor (37,4%).
Lalu wiraswasta mendominasi dari sisi volume pemesanan, yaitu sebesar Rp931,7 miliar (35,4%). Investor baru ST004 mayoritas berasal dari wilayah Indonesia Bagian Barat (selain DKI Jakarta) yaitu sebanyak 3.922 investor (62,6%), dan juga didominasi oleh generasi Milenial yaitu sebanyak 3.692 investor (58,9%).
Kendati demikian, pemerintah dan mitra distribusi masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan partisipasi investor di wilayah Indonesia Bagian Tengah dan Timur yang masih relatif rendah.
Sampai dengan bulan Mei 2019, pemerintah telah menerbitkan sebanyak 5 Instrumen SBN Ritel (SBR005, SBR006, ST003, SR011, dan ST004) dengan total nominal penerbitan mencapai Rp33,14 triliun. Penerbitan instrumen SBN Ritel tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik serta memperluas basis investor, khususnya investor ritel.
