2019: ABM Investama Targetkan Penjualan Batubara 12 Juta Ton
- PT ABM Investama Tbk (IDX: ABMM) menargetkan dapat memproduksi batubara sebanyak sekitar 12 juta ton pada tahun ini. Perusahaan meyakini harga batubara akan...

emylmaulana
Author
TrenAsia (TA) - PT ABM Investama Tbk (IDX: ABMM) menargetkan dapat memproduksi batubara sebanyak sekitar 12 juta ton pada tahun ini. Perusahaan meyakini harga batubara akan stabil sepanjang tahun ini.
Produksi tersebut berasal dari tambang PT Tunas Inti Abadi (TIA) di Kalimantan Selatan dan dari tambang PT Mifa Bersaudara (Mifa) dan PT Bara Energi Lestari (BEL) di Aceh. Sejalan dengan menipisnya cadangan batubara di TIA, ABM akan lebih fokus mengembangkan tambang Mifa serta menerapkan proses Mining Value Chain pada tambang lainnya.
“Spesifikasi dan kualitas batubara yang dimiliki Mifa dan TIA masih dibutuhkan oleh sejumlah negara Asia seperti Cina, India, Vietnam dan Thailand. Kami bersyukur konsumen kami di luar negeri permintaannya masih sangat tinggi,” kata Direktur Utama ABM Adrian Erlangga, Kamis (2/5).
Optimistis mereka terhadap harga batubara adalah perekonomian global yang tetap positif dan kebutuhan batubara di dalam negeri yang juga terus meningkat akan menjadi katalisator bisnis batubara.
Sebagai perusahaan terbuka, Andi menegaskan, bahwa strategi Mining Value Chain telah sesuai dengan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG). Penerapan prinsip GCG ini terutama didasarkan pada lima (5) prinsip dasar yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran.
“ABM akan terus memperkuat sinergi, terutama mendorong bisnis inti kami yaitu CK dan Reswara untuk mampu bersaing dan mengoptimalkan peluang yang sangat terbuka di industri ini,” kata Andi.
