Tren Ekbis

Tekan Cost of Fund, Bank Danamon Genjot Transaksi Ritel

  • PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) memilih tidak gegabah dalam menaikkan suku bunga kredit maupun deposito secara agresif.
Media Gathering Danamon - Panji 1.jpg
Dari ki-ka : Chief Strategy Officer Danamon Reza Iskandar Sardjono – Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon Ivan Jaya – Syariah Funding Business Head Danamon Merci Santi Adriani – Chief Digital Officer Danamon Andreas Kurniawan dalam acara media gathering HUT ke-70 Danamon dengan tema "Tumbuh Bersama di Setiap Langkah" di Jakarta 14 Juli 2026. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia)

JAKARTA, TRENASIA.ID--Di tengah ketatnya kompetisi likuiditas perbankan dan potensi kenaikan suku bunga acuan regulator sebanyak satu hingga dua kali lagi, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) memilih tidak gegabah dalam menaikkan suku bunga kredit maupun deposito secara agresif. 

Sebaliknya, Danamon mengandalkan strategi pendorong transaksi ritel guna menekan biaya dana (cost of fund/CoF). Salah satu langkah taktis yang diambil adalah mengoptimalkan produk tabungan valas yang secara historis memiliki biaya dana rendah. 

Guna memikat minat nasabah, Danamon mengompensasi nilai bunga dengan memberikan jaminan kurs tukar terbaik di pasar melalui program garansi khusus. Melalui kampanye penjaminan kurs ini, Danamon mendorong nasabah untuk aktif bertransaksi menggunakan platform bank. 

Ketika frekuensi transaksi meningkat, penempatan dana murah (CASA) dalam bentuk tabungan otomatis ikut terkumpul, sehingga membantu mereduksi biaya dana secara keseluruhan secara efisien. 

Hasil dari fokus pada layanan transaksi ini tecermin pada pertumbuhan kinerja Danamon yang tetap berimbang secara year-on-year (YoY). Pertumbuhan kredit Danamon tumbuh hampir mencapai 10% di level Rp 145 triliun, sementara pertumbuhan dana pihak ketiga (funding) melonjak 16% ke kisaran Rp 175 triliun. 

Foto : Panji Asmoro/TrenAsia