Menjelang Rilisnya Laporan Inflasi AS, Nilai Kurs Rupiah Ditutup Menguat
- Menurut data perdagangan Bloomberg, Selasa, 11 April 2023, nilai kurs rupiah ditutup menguat 16 poin di posisi Rp14.885 per-dolar AS.

Idham Nur Indrajaya
Author


Karyawan menghitung mata uang Rupiah di salah satu tempat penukaran uang atau Money Changer di kawasan Melawai, Jakarta, Senin, 9 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA - Nilai kurs rupiah ditutup menguat pada perdagangan hari ini menjelang perilisan laporan inflasi Amerika Serikat (AS).
Menurut data perdagangan Bloomberg, Selasa, 11 April 2023, nilai kurs rupiah ditutup menguat 16 poin di posisi Rp14.885 per-dolar AS.
Pada perdagangan sebelumnya, Senin, 10 April 2023, nilai kurs rupiah ditutup menguat 10 poin di level Rp14.902 per-dolar AS.
- 3 Cara Mengatasi dan Menghapus Shadowban di Twitter
- China Pamer Kekuatan Militer saat Lakukan Pembicaraan Maritim dengan Jepang
- Intip Peluang Bisnis Bukit Asam (PTBA) di Tengah Anjloknya Harga Batu Bara Dunia
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS tergelincir pada perdagangan hari ini sementara para pelaku pasar mencari petunjuk lebih lanjut terkait jalur kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) untuk ke depannya.
Ibrahim pun menjelaskan bahwa laporan ketenagakerjaan yang dirilis pada Jumat, 7 April 2023, telah memberikan dorongan pada dolar AS karena kondisi pasar tenaga kerja yang masih tangguh dengan peningkatan nonfarm payroll sebanyak 236.000 pekerjaan pada bulan lalu dan mendorong tingkat pengangguran ke level 3,5%.
"Kekuatan ini menunjukkan bahwa The Fed memiliki ruang untuk terus menaikkan suku bunga ketika para pembuat kebijakan bertemu pada bulan Mei, tetapi kontras dengan data yang lebih lemah yang dirilis awal pekan lalu yang menunjukkan lowongan pekerjaan AS turun ke level terendah dalam hampir dua tahun di bulan Februari," kata Ibrahim dikutip dari riset harian, Selasa, 11 April 2023.
Menurut data CME FedWatchTool, Selasa, 11 April 2023 pukul 16.30 WIB, 697% pelaku pasar saat ini memprediksi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin dari The Fed untuk pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) di bulan April. Sementara itu, 30,3% lainnya memprediksi The Fed akan menahan suku bunga di level 4,75-5%
- 4 Cara Tetap Terlihat PeDe Meskipun Anda Sebenarnya Tidak
- LK21 Ilegal, Ini Dia 5 Rekomendasi Situs Nonton Film Legal dan Terbaik
- Laba Gudang Garam (GGRM) Terus Menipis, Ini Penyebabnya!.
Sementara itu, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2023 mencapai US$145,2 miliar atau setara dengan Rp2,16 kuadriliun dalam asumsi kurs Rp14.900 per-dolar AS. Angka tersebut naik US$4,9 miliar (Rp73,01 triliun) dari posisi pada bulan Februari 2023.
Dengan cadangan devisa yang membaik, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pun memperoleh kekuatan, apalagi dengan adanya situasi yang dipenuhi ketidakpastian setelah krisis perbankan di AS dan Eropa yang membuat The Fed tampak harus mengurungkan niatnya untuk bersikap agresif dalam menetapkan suku bunga acuan.
Menurut Ibrahim, untuk perdagangan besok, Rabu, 12 April 2023, nilai kurs rupiah berpeluang menguat di rentang Rp14.850-Rp14.900 per-dolar AS.

Yosi Winosa
Editor
